dsc_0121-1024x680
SERVICE MAGIC SEMINAR
February 6, 2017
main
PUBLIC SEMINAR TRAINING
February 6, 2017

PUBLIC SPEAKER TRAINING

elegant-flowers-bouquet-vector-01

Menyajikan Presentasi/ Public Speaking gampang – gampang susah. Seringkali kita menjadi grogi dan tidak pede saat presentasi didepan public.

Dilain sisi, presentasi yang sempurna merupakan faktor pendukung kesuksesan kita dalam mencapai tujuan presentasi.

Objectives:

  • Boost your Presentation Delivery for Maximum Impact
  • 7 Seconds that Matter as Public Speaker
  • Handling Stage Fright (demam panggung)
  • Develop Influential Presenting Style
  • Great Technique to grab your Audience’s Attention and make them enjoys your class!
  • The Secret technique of Amazing Presentation

 

Orang yang membawakan presentasi disebut : Presenter

Presenter adalah pekerjaan yang menantang.

PRESENTASI

Merupakan ‘sumber kesenangan’ bagi yang mampu melakukannya, namun menjadi ‘sumber bencana’ bagi yang tidak mampu melakukannya. Bagi yang kurang mampu berkomunikasi dengan baik atau melakukan presentasi publik, mereka akan lebih baik memilih terjun bebas tanpa parasut daripada diminta untuk presentasi di depan umum.

MITOS – Benar/ salah?

  Berbicara di depan publik sangat sulit, bahkan cenderung mengerikan. (   )

 Berbicara di depan publik hanya monopoli para pejabat, politisi ulung, juru bicara, selebriti, presenter TV/ radio atau M.C. Profesional. (   )

 Kemampuan berbicara di depan umum merupakan bakat/ pembawaan pribadi yang tidak bisa dipelajari/ dikembangkan. (   )

 Demam panggung tidak bisa disingkirkan/ dihilangkan (   )

FAKTANYA

 Tidak ada seorang pun yang benar-benar dilahirkan dengan mempunyai kesempurnaan dalam berkomunikasi (lisan).

  Keahlian berbicara dapat dikembangkan dengan melakukan latihan secara serius dan intens.

 Kesempurnaan dalam melakukan komunikasi lisan dapat dicapai dengan menciptakan suasana yang menyenangkan, fun & easy, tanpa beban.

RAGAM PRESENTASI/ PUBLIC SPEAKING

Pidato resmi maupun informal, sambutan resmi/ informal, rapat lembaga/ perusahaan, orasi politik, orasi ilmiah, presentasi produk/ penjualan, mengajar, perkuliahan, pelatihan, M.C., pemandu diskusi/ moderator, presenter radio/ televisi

TUJUAN PRESENTASI:

  1. Menjual (Target : bagaimana produk dapat terjual)
  2. Memberikan informasi (Target : semua informasi dapat tersampaikan)
  3. Mendidik (Target : menjadikan audiens orang-orang yang terdidik)
  4. Memberikan motivasi (Target : audiens termotivasi dengan kata-kata kita)
  5. Menimbulkan aksi (Target : bagaimana membuat audiens melakukan tindakan tertentu sesuai dengan harapan kita)
  6. Menghibur (Target : audiens merasa terhibur dengan anda)
  7. Mengenang sesuatu atau seseorang (Target : audiens faham tentang sejarah dan bersifat memorial)

KENDALA

Negative attitude dari audiens, Kurang punya kesempatan untuk tampil, Inferior feeling/ merasa serba ‘kekurangan’, Merasa diri seorang ‘introvert’/ pribadi tertutup, Kurang ‘pede’, karena kurang bersosialisasi, kurang pengalaman dan kurang melakukan networking, Stage fright / demam panggung.

GLASSOPHOBIA

Sebuah keadaan dimana seseorang merasakan perasaan campur aduk antara takut, cemas, resah, gelisah, penasaran, jantung berdetak lebih kencang dan namun terkadang juga senang, ketika harus berhadapan dengan publik. Bahasa ‘gaul’nya: Demam Panggung – Stage Freight!

BAGAIMANA MUNCULNYA DEMAM PANGGUNG

Demam panggung merupakan kondisi psikologis karena merasa menjadi pusat perhatian. Demam panggung terjadi karena timbulnya perasaan  ‘anxious’  atau cemas-cemas mendebarkan, cemas- cemas menyenangkan.
Demam panggung terjadi karena memang kita tidak pernah mencoba berbicara di depan umum.
Demam panggung menghinggapi hampir semua orang yang harus berbicara di depan umum.

“If you are nervous, do not announce it. Once you do, your audience feels obligated to worry about you.

Presenters who cause worry do not inspire great confidence, Nervous speakers make people nervous” Ron Hoff

CARA MENANGANI DEMAM PANGGUNG

Cara paling mujarab untuk menghilangkan nervousness, stage fright atau demam panggung adalah dengan secara langsung melakukan aktivitas public speaking atau public presentation begitu ada kesempatan.

Apalagi, kesempatan tersebut berpeluang menjadikan Anda sebagai pemenang.

 

YOU MAY  DO THE FOLLOWING PREPARATIONS BEFORE PRESENTING YOURSELF

  1. Kuasai topik/ product knowledge
    2. Berlatihlah. Rangkum hanya poin-poin pembicaraan, bukan detail
    kata-kata atau kalimatnya.
    3. Visualisaikan atau gambarkan suasana sebenarnya saat Anda
    menyampaikan presentasi.
    4. Ulangi dan beri penekanan pada pokok-pokok gagasan penting.
    5. Gunakan ilustrasi menarik, sesuai dengan context dan content.
    6. Gunakan gaya bicara dan suara bersahabat.
    7. Jika memungkinkan bumbui dengan humor segar
    8. Gunakan ‘eye contact’ dan ‘body language’/ ‘gestures’ secara
    efektif, sesuaikan dengan luas ruangan.
    9. Gunakan ‘bridge’, bangun kesetaraan & simpati
    10.Gunakan beberapa alat bantu yang dikuasai untuk menjadikan
    presentasi  lebih menarik dan dinamis.

 

Be realistic – pahamilah bahwa setiap awal tidaklah mudah.

Audiens kita juga manusia biasa yang belum tentu juga mampu untuk berbicara di depan publik.

Audiens juga sadar bahwa berbicara di depan publik tidaklah mudah.

Mereka akan menghargai kita jika kita berani tampil di depan.

Bayangkan reaksi dan ekspresi wajah mereka jika kita mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan dapat diterima.

 

Atau dengan trick – trick yang lain;

PERSIAPAN PRESENTASI

Kuasai topik presentasi sebaik mungkin
Kenali karakteristik dan sosiodemografi audiens.

  • Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan / profesi, afiliasi politik, identitas etnis, identitas agama, jabatan dll.

Berlatihlah secara intens, minta masukan dari kolega.
Persiapkan ‘cue card’ atau kartu alat bantu untuk
mencatat poin-poin isi presentasi

Kenali venue atau ruangan tempat presentasi
Rileks, karena yakin mampu melakukannya dengan baik
Kembangkan senyum bersahabat ketika akan mulai presentasi

MENYIAPKAN TEXT PRESENTASI

Tulis sendiri teks presentasi kita sehingga kita kenali karakter dan alurnya.
Teks presentasi  tidak perlu dibacakan. Kecuali pidato sambutan resmi yang memang harus dipersiapkan.

Hafalkan dan resapi inti sari atau poin-poin penting saja dan kembangkan secara cerdas pada saat presentasi.

Catat poin-poin penting dalam bentuk ‘cue card’ atau kartu petunjuk seukuran kartu nama sebagai pegangan agar tetap runtut dan konsisten terhadap alur materi presentasi

DRESS FOR SUCCESS

Jaga penampilan saat  tampil di depan publik dengan mengenakan busana yang pantas dan sesuai ‘dress code’ atau yang dipersyaratkan.

Bahan tidak harus mahal, namun pantas dan  hindari efek ‘kerlap-kerlip’ pada busana dan asesoris.
Jangan sampai salah kostum, berbusana tidak sesuai dengan kebutuhan suasana.

MENGGUNAKAN MULTI MEDIA & AUDIO VISUAL

Era sekarang adalah era multi media, media komunikasi menggunakan teks, gambar, animasi, video dan suara/ music agar presentasi menjadi lebih menarik.

Audio visual aids atau alat bantu audio visual mampu  menjadikan sebuah pemaparan menjadi lebih ‘hidup dan dinamis’.
Penggunaan alat bantu audio visual mampu ‘menjembatani kesenjangan’ penangkapan antar audiens.
Merangsang audiens untuk bertanya dan terlibat aktif dalam sessi public speaking

Jenis alat bantu audio visual: microphone, in-focus projector, screen,VCR, powerpoint slides, dll

Heraclitus mengatakan : Mata lebih tepat dalam mengolah data dibanding telinga.

David A. Peoples dalam bukunya : “Presentation Plus” bahwa total informasi yang dapat diterima audiens:

  • 12% karena senyuman atau gerakannya.
  • 13% melalui pendengaran.
  • 75% adalah melalui visualisasinya.

Bagaimana jika pendengaran dan penglihatan digabung, maka akan lebih dahsyat !

EYE CONTACT

  • Gunakan ‘eye contact’ atau pandangan mata ke arah audiens secara bersahabat dan efisien.
  • Penting untuk menjaga perhatian mereka agar tetap terpaku kepada materi yang kita sampaikan.

 

 

GESTURES

1.Gestures atau sikap dan gerak tubuh yang sesuai sangat diperlukan untuk membuat public speaking yang kita lakukan jadi lebih menarik dan tidak terkesan monoton.

2.Gestures tidak perlu dilakukan secara  demonstratif atau berlebihan, bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan simpati audiens terhadap penampilan kita.

3.Gunakan kalimat yang memungkinkan kita  mampu memberikan contoh dalam bentuk gerakan.

  1. Buat urutan dalam bentuk angka atau bilangan
  2. Perhatikan luas ruangan. Jika relatif kecil/ gunakan gerakan sebatas pada telapak tangan, jari dan lengan
  3. Untuk ruangan lebih luas, gunakan gerakan lengan lebih lebar, langkah ke beberapa sudut venue, mendekat kebeberapa audiens untuk ‘mengunci’ perhatian.
  4. Posisi tangan selalu lebih tinggi daripada lengan untuk menunjukkan ‘otoritas’.
  5. Menolehlah ke beberapa penjuru/ arah audiens

untuk membagi perhatian.

SUARA

Faktor suara memegang peran sangat penting dalam public speaking. Suara yang ‘kurang menarik’ berpotensi menimbulkan kejemuan pada audiens. Suara yang terlalu keras atau rendah/ pelan akan membosankan audiens. Dialek/ aksen kedaerahan akan membuat audiens merasa ‘asing’ dengan pembicara. Kecuali, pembicara dan audiens berasal dari daerah yang sama.

Keuntungan menggunakan kualitas vocal yang baik:

 Suara anda akan terdengar dengan jelas oleh semua peserta

 Meningkatkan animasi untuk mempengaruhi emosi

 Mengurangi rasa tidak percaya diri

 Menjelaskan dengan jelas untuk setiap poin yang dibahas

 Meningkatkan perhatian peserta

 

CARA MENINGKATKAN KUALITAS SUARA:

1.Tarik napas dalam sebelum mulai berbicara. Jika perlu minum air putih hangat, hindari soft drink bersoda atau minuman mengandung caffeine.

2.Cobalah mempergunakan microphone jika audiens dan ruangan relatif besar dan luas.

  1. Kenali karakteristik microphone dan jaga jarak antara bibir dengan microphone.
  2. Jangan berbicara secara terlalu menggebu dan keras sehingga ‘overloud’ , memekakkan telinga audiens.

5.Gunakan diaphraghma atau ‘suara dalam’ untuk menimbulkan efek suara merdu.

  1. Atur pernapasan, tarik napas saat jeda diantara kalimat.

 

FORMAT SPEECH/ PRESENTASI/ MC/ PUBLIC SPEAKING :

Secara sederhana, sebuah pidato atau paparan mengandung 4 elemen utama:

  1. Preparation – persiapan
  2. Opening Introduction – pembukaan/perkenalan
  3. Body of speech – materi utama paparan
  4. Closing – penutup

 

  1. PREPARATION

Kuasai topik presentasi, Kenali karakteristik audiens, Berlatihlah secara intens, minta masukan dari kolega, Jika perlu persiapkan ‘cue card’ sebagai alat bantu untuk mencatat poin-poin isi presentasi, Kenali ruangan, Ciptakan waktu rileks antara persiapan dengan saat ‘Hari H’.

 

  1. OPENING

Awali dengan informasi siapa diri kita dan apa yang menjadi kapabilitas atau kemampuan kita secara rendah hati. Jelaskan maksud dan tujuan pidato kita secara gamblang agar audiens menangkapnya. Berikan berbagai ilustrasi menarik dan berkolerasi dengan topik yang akan dibawakan.

Kembangkan suasana dinamis dan fun. Bangun ‘bridge’ atau jembatan untuk memperkecil gap/ celah antara kita dengan audiens. Kembangkan senyum dan wajah bersahabat namun tetap tegas. Jika mampu, gunakan humor yang sehat dan mengena dengan suasana.

Arahkan audiens untuk segera berkosentrasi terhadap poin-poin utama presentasi.

7 DETIK PERTAMA !

Awal presentasi adalah bagian penting yang paling penting menentukan suksesnya keseluruhan presentasi.

Detik pertama presentasi Anda di depan suatu audiens sangat menentukan. Jika dalam 7 detik pertama Anda telah berhasil ‘merebut hati’ audiens, maka 7 jam berikutnya Anda masuk pada ‘zona aman’ presentasi.

(Survey Northwestern University School of Communication –  Beberapa detik pertama orang akan konsentrasi, selebihnya bosan.)

Sebaliknya jika Anda gagal dalam memanfaatkan 7 detik pertama bertemu dengan audiens, maka detik-detik berikutnya akan terasa sangat lama dan menjemukan bagi Anda. Apalagi bagi audiens Anda!

Caranya: Tampil PD senyum dan pembukaan yang mantap, bikin Audiens terkesan, lalu perkenalkan diri anda dan kelebihan anda, dan make sure Preparation OK !

Rebut hati audiens anda di 7 detik pertama dengan mengkombinasikan :

Sample Product, Game, Magic Trick, Interesting Story, Hot Case, Guest complaint, Big Issue, Great Experience, Questions, Joke/ Humor, Exercise, Movie, Music etc…

 

  1. BODY OF SPEECH

Gunakan number of sequence atau urutan secara logis. Gunakan kata-kata atau kalimat yang lugas, yang semudah mungkin dapat dipahami oleh semua audiens. Jangan underestimate atau overestimate audiens.

Ulangi dan berikan tekanan pada beberapa poin penting. Jika perlu berikan beberapa pertanyaan. Jangan terkesan menggurui audiens.

 

  1. CLOSING

Pastikan audiens memahami pesan atau materi yang kita sampaikan dengan mengulangi poin-poin penting.

Lakukan ‘reilustrasi’ terhadap apa yang disampaikan dalam opening untuk meyakinkan audiens.

Ciptakan kesan positif dan ‘memorable’ pada audiens dengan mengutip pendapat tokoh-tokoh terkenal, ilustrasi terkenal ataupun motto, namun hindarkan kesan klise.

Akhir Presentasi juga harus memukau dan sempurna, dapat juga sebagai penutup kekurangan ditengah2 presentasi kita.

Contoh :

  • Poin-poin yang luar biasa
  • Tayangkan video yang membangkitkan emosi.

 

MEMBAWAKAN PRESENTASI :

  • Analisa daya serap audiens biasanya pukul 08.00 – 10.00 kemudian menurun menjelang makan siang. Lalu naik lagi dan menjelang turun sampai jam 17.00
  • Libatkan emosi anda ketika melakukan presentasi
    1. Kuasai alat peraga
    2. Pede
  • (gunakan bahasa “ pasti, sangat benar, dijamin” bukan “biasanya, menurut saya, rata –rata.”)
  • Hindari rasa gugup (good preparation, be yourself, keep trying, and be positive)
  • Tampilan spektakuler, merubah focus audiens ke layar akan mengurangi kegugupan.
  • Jangan minta maaf
    1. Kuasai Materi
    2. Show Biz – presentasi sifatnya lebih menghibur dibanding memberi instruksi
  • Hindari stationary, jangan hanya stay ditempat, lebih baik jalan2 agar suasana lebih hidup.
  • SERSAN – Serius tapi santai, buat selang seling dengan intermezzo (selingan untuk meningkatkan daya serap). Intermezzo dipakai saat audiens mulai ngantuk, pecah presentasi, tapi ingat jangan berlebihan, Contoh 30 menit presentasi 5 menit intermezzo, (Recommended berupa gerakan atau memutar video yang menarik)
    1. Humor

Pilih humor cerdas, non SARA, non politis, etis dan tidak klise.

Humor disampaikan dengan karakter sealami mungkin.

Menyampaikan humor, bukan melawak

Komposisi prosentasi humor yang tepat bisa menghidupkan suasana Awas, humor bisa ‘mematikan, pembicara.

 

  1. Don’t
    • Jangan underestimate atau overestimate
    • Ulangi dan berikan tekanan pada beberapa poin penting.
    • Jika perlu berikan beberapa pertanyaan.
    • Jangan terkesan menggurui audiens.

 

ANTUSIAS Lakukan aktivitas public speaking dengan penuh semangat, percaya diri dan memiliki selera humor tinggi. Kembangkan raut wajah bersahabat, senyum dan ciptakan suara tegas, berwibawa namun mudah diterima audiens. Audiens menyukai pembicara yang dinamis dan ‘enak dipandang mata’.

 

CARA MENJADI LEBIH ANTUSIAS

Berbicaralah dengan penghayatan dan penuh semangat terhadap topik pembicaraan. Pikirkan dengan sungguh-sungguh apa yang diharapkan oleh audiens kita. Tunjukkan antusiame itu melalui penyampaian presentasi dengan penuh semangat.

 

 

NEGATIF ATTITUDE PESERTA

Tidak semua audiens mempunyai karakter bersahabat dan dapat ‘menerima’ kehadiran kita sebagai presenter. Sebagian dari mereka bersikap kurang bersahabat, bahkan siap ‘menerkam’ kita habis-habisan karena sebab tertentu.

 

CARA MENANGGAPI PESERTA YANG MEMPUNYAI NEGATIF ATTITUDE

Dengarkan pertanyaan mereka tanpa menyela. Mereka butuh didengarkan dan perlu perhatian. Perhatikan dan beri apresiasi pada bagian positif dari pendapat mereka. Berbesar hati akan adanya perbedaan pendapat dan puaskan mereka dengan mengakomodasi pendapat mereka.

 

MENANGGAPI PERTANYAAN PESERTA

Pikirkan apa yang kira-kira akan ditanyakan oleh audiens dan bagaimana menjawabnya. Jika diperlukan, informasikan sebelumnya bahwa kita akan memberikan kesempatan bertanya di akhir presentasi. Sampaikan setiap orang berhak mengajukan pertanyaan namun jangan sampai ada yang mendominasi.

Ulangi setiap pertanyaan yang diajukan dan tatap wajahya dengan bersahabat, kemudian sapu pandangan ke seluruh audiens. Jawab pertanyaan yang paling ‘menyerang’ sekalipun dengan rendah hati dan tulus. Jangan lupa ucapkan penghargaan dan terima kasih atas segala bentuk pertanyaan dan perhatiannya.

 

TEHNIK RAHASIA MEMBUAT PRESENTASI YANG MENARIK

  • Membuka presentasi dengan Topic yang menakjubkan, Kisah yang Dahsyat, Fakta2 yang mengejutkan !
  • Tetap menjaga ketegangan, sehingga audience terus tertarik setiap pergantian slide
  • Teknik pisah tepat pada bagian tertentu untuk membuat audiens penasaran ingin terus tertarik dengan presentasi kita.
  • Ciptakan rasa keingintahuan audiens dengan meletakkan di awal presentasi dan menjelang berakhir presentasi.
  • Practice …. Practice ……Practice ! – Raih Jam terbang presentasi anda !